Warisan Iman Lintas Abad
Sebuah perjalanan iman selama 158 tahun —
dari tujuh belas jiwa pertama hingga jemaat yang misioner.
Penginjil dari Amoy (Xiamen), Tiongkok mulai pelayanan di Jl. Pagerman. Meski menghadapi banyak kesulitan, ia diterima karena memahami bahasa dan budaya Tionghoa.
Mantan Ketua Muda Pengadilan Tinggi, pindah ke Batavia 1863. Setelah pensiun 1867, bersama Gan Kwee mengembangkan Jemaat Patekoan.
Tujuh belas orang dibaptis oleh Ds. de Gaay Fortman — cikal bakal Jemaat Patekoan yang kelak menjadi GKI Perniagaan dan GKI Samanhudi.
Pengusaha muda Kristen Tionghoa yang menghibahkan 4 rumah di Jl. Patekoan 1 — kelak menjadi gedung gereja GKI Perniagaan.
Jemaat berkembang dengan nama resmi berbahasa Hokkian. Gan Kwee melayani dengan setia hingga akhir hayatnya.
"Evangelische Chineesche Gemeente tot Uitbreiding van Gods Koninkrijk." Ds. G.A.W. Geissler melayani 1891–1902, dibantu Ny. Senn van Basel, Nn. Baltin, dan Ds. P.B. Haag.
22 Juni 1901 — Gan Kwee wafat setelah 45 tahun melayani, di rumah keluarga Gouw Ko. Gouw Ko sendiri dipanggil Tuhan pada 22 Februari 1938.
Kebaktian Kebangunan Rohani oleh Dr. John Sung dari daratan Cina mengguncang jemaat. Banyak orang bertobat dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.
Dibentuk Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwee sebagai gereja yang berdiri sendiri. Keduanya ditahbiskan oleh Ds. Tan Goan Tjong.
Jepang mendarat di Jawa. Pdt. Tjoa Tek Swat dihukum penggal 12 Desember 1944 oleh Kempetai karena terlibat dalam gerakan perlawanan bawah tanah "Piet van Dam".
Penahbisan keduanya dilayani oleh Pdt. Gouw Khiam Kiet, di tengah masa pendudukan Jepang.
10 Mei 1953 — perbedaan pendapat antara Majelis Jemaat dan beberapa anggota tentang persoalan intern organisasi gereja.
10 Mei 1960 — GKI Perniagaan dan GKI Samanhudi rekonsiliasi bersama Sinode GKI Jawa Barat. Tanggal 10 Mei disepakati sebagai Hari Ulang Tahun bersama kedua jemaat.
2–7 Juni 1969 — KKR dipimpin Rev. Hubert Mitchell dari Amerika Serikat.
Majelis Jemaat memutuskan membongkar gedung lama yang tidak lagi mampu menampung jemaat yang terus bertumbuh.
Pos PI di Muara Karang yang telah dibina oleh Majelis Jemaat GKI Perniagaan didewasakan menjadi GKI Muara Karang.
Hasil rintisan bersama GKI Perniagaan, GKI Residen Sudirman Surabaya, GKI Kebayoran Baru Jakarta, dan GKI Gunung Sahari.
GKI Gading Serpong resmi dilembagakan. Pdt. Andreas Loanka diteguhkan sebagai pendeta pertamanya oleh Pdt. Samuel Santoso.
GKI Perniagaan dilayani oleh 4 pendeta, 2 tenaga kategorial, dan 3 tenaga lainnya secara bersamaan.
Misi: "Menjadi Murid Kristus yang Hidup, Ramah, dan Berdampak"
Gerakan HOME — memanggil pulang anggota jemaat yang telah lama meninggalkan GKI Perniagaan dan menjadikan gereja sebagai tempat yang ramah bagi semua orang.